Manifesto Halaman Universitas Merangin Laboratorium Seni Penyair Sufi Digital Wahai para pengembara jiwa, dengarlah panggilan halaman ini. Halaman Universitas Merangin bukan sekadar tanah yang diinjak, bukan sekadar rumput yang ditumbuhi embun pagi, melainkan hamparan kosmos kecil tempat kata, nada, dan cahaya bertemu, beradu, lalu meledak menjadi bintang-bintang puisi. Di sini, kami percaya: puisi bukan perhiasan, bukan selimut untuk meninabobokan kesadaran, melainkan pedang api yang menebas kejumudan. Seni adalah doa, seni adalah luka, seni adalah nafas terakhir yang mengikat manusia dengan Yang Maha Gaib. Dengarlah gema bait itu— “Aku dicinta dalam derita, Cemburu nan tak henti menyala. Menyayat pilu rindu membara, Tiada berujung dalam hampa.” Bukankah di setiap rindu ada derita, dan di setiap derita ada rahasia cinta yang tak bisa ditolak? Halaman ini mengajarkan bahwa kesenian sejati lahir dari hampanya dunia, dari jerit jiwa yang mencari makna, dari luka yang tak pernah semb...