Tentang kami

 PROFIL KUFLET BANGKO


(Komunitas Sastra dan Teater Bangko)


📌 Sejarah & Latar Belakang


Kuflet Bangko lahir dari kegelisahan intelektual dan kreativitas sastra di Merangin, Jambi. Didirikan sebagai ruang ekspresi mahasiswa, seniman, dan masyarakat, komunitas ini mengusung semangat untuk menjadikan sastra, puisi, dan teater sebagai wadah kritik sosial, refleksi budaya, serta jembatan dialog antar generasi.


Komunitas ini berakar dari tradisi sastra lisan Melayu dan berkembang menjadi gerakan sastra kontemporer yang berani bereksperimen dengan AI Music, puisi sinematik (cinematic poetry), serta pertunjukan teaterikal berbasis teknologi digital.


🎭 Figur Kunci


1. Wiko Antoni

Penyair Jangkat Timur, akademisi Universitas Merangin, sekaligus motor penggerak Kuflet Bangko.


Dikenal dengan karya-karya puisi sinematik AI yang menggabungkan musik digital, visual grafis, dan pembacaan puisi teatrikal.


Karya puisinya banyak mengangkat sejarah Melayu, sufisme, cinta, dan kritik sosial.


Melalui Kuflet Bangko, Wiko Antoni menghidupkan ruang diskusi kreatif, mempertemukan mahasiswa, sastrawan lokal, dan seniman digital untuk melahirkan karya-karya eksperimental.


Salah seorang pendiri Kuflet Padangpanjang.

2. Dr. Sulaiman Juned

Sastrawan dan akademisi, dikenal luas di Sumatra sebagai pembina komunitas teater dan sastra.


Menjadi pembina Kuflet Bangko, memberi arah, pendampingan, serta spirit intelektual pada generasi muda sastra.


Karya-karyanya di bidang drama, puisi, dan kritik sastra memberi pondasi kuat bagi Kuflet Bangko dalam menjembatani tradisi dan modernitas.


Salah satu penggerak dan pendiri Kuflet Padangpanjang yang aktif hingga sekarang.


Pengurus:

PEMBINA 

Dr. Sulaiman Juned 

KETUA UMUM 

Wiko Antoni 


KETUA HARIAN 

KHAIRUL ANWAR 


SEKRETARIS 

DENIHARIOPUTRA 


BENDAHARA 

BAITULLAH 


---------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH PANDUAN BAGI ANGGOTA KUFLET BANGKO

STILISTIKA SEBAGAI ILMU

Aulia Khairunissa- Analisis Estetika dan Makna dalam dalam Karya Sastra “Gadis di Gerimis “ Oleh:Aulia Khairunnisa